<p><strong>DALUNG (10/02/2026)</strong> – Penilaian Perlombaan Tapel Ogoh-ogoh dan Ogoh-ogoh Mini serangkaian kegiatan TEKAD Festival dan Malam Puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Tahun ST. Tri Eka Dharma Banjar Adat Jeroan, Desa Dalung pada Minggu (1/2) bertempat di Wantilan Kertha Kencana Pura lan Puseh Desa Adat  Padang Luwih, Dalung. Turut hadir dalam kegiatan ini Bendesa Adat Padang Luwih I Ketut Adi Ardana, S.E., kasarengin prajuru., Kelian Banjar Adat Jeroan I Gusti Ngurah Nata Wikanya., Perwakilan Yowana Prasadha Amertha Desa Adat Padang Luwih., Ketua ST. Tri Eka Dharma Banjar Adat Jeroan I Gusti Ngurah Agung Artha Awangga beserta anggota., serta diatensi oleh Bhabinkamtibmas dan Pecalang Desa Adat Padang Luwih. Hadir pula dewan juri dari perlombaan ogoh-ogoh mini dan tapel ogoh-ogoh, yaitu: I Komang Tri Warmayana, I Made Adnyana Putra, dan I Komang Fergi Setiawan.</p> <p> </p> <p>Adapun tujuan penyelenggaraan perlombaan ini adalah sebagai wadah pengembangan kreativitas generasi muda dalam melestarikan budaya Bali, mewadahi kreativitas generasi muda dalam berkesenian dengan harapan dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya melestarikan seni dan budaya Bali di tengah era modern.</p> <p> </p> <p>Salah satu peserta Lomba Ogoh-ogoh Mini Mesin, Kak Gus membawakan hasil karyanya yang berjudul “Timun Mas”. Karya ini hadir dengan cerita di mana ada sosok wanita bernama Mbok Rondo yang menginginkan seorang keturunan dan akhirnya menemukan biji timun di sungai. Biji tersebut ditanam olehnya, dari timun tersebut tumbuh dan lahirlah gadis yang diberi nama Timun Mas. Mereka hidup bahagia sampai akhirnya raksasa Buto Ijo datang untuk mengambil Timun Mas sebagai balasan hutang budi. Mbok Rondo memberinya barang ajaib berupa biji timun, wijen, ketan, dan garam. Timun Mas memakainya satu per satu untuk menghalangi Buto Ijo dan akhirnya menaburkan garam ke arah raksasa tersebut sehingga munculah lautan luas yang menenggelamkan raksasa. Dalam kisah ini, diceritakan Timun Mas kembali hidup bahagia bersama Mbok Rondo.</p> <p> </p> <p>Diwawancarai setelah kegiatan Kak Gus yang merupakan salah satu peserta lomba yang berasal dari Banjar Celuk mengatakan bahwa dirinya baru pertama kali ikuti perlombaan ini dengan ogoh-ogoh mini mesin yang Ia buat. <em><strong>“Iya baru pertama kali saya ikut lomba ini rasanya deg-deg an karena kan jurinya bakal nanya-nanya soal ogoh-ogohnya. Perasaan saya senang sekali ikut lomba ini, semoga kedepannya kegiatan ini diadakan lagi,”</strong></em> tuturnya.</p> <p> </p> <p>Dengan demikian, melalui kegiatan ini diharapkan mampu menjadi wadah bagi seluruh masyarakat khususnya generasi muda untuk senantiasa melestarikan kearifan lokal sekaligus menyalurkan minat, bakat, dan kreativitas sehingga langkah ini dapat memperkokoh jati diri bangsa secara berkelanjutan di bidang kebudayaan dan menjaga keagungan budaya Bali di tengah arus modernisasi. </p> <p><br /> <strong> <br /> (KIMDLG-008).</strong></p>
Pertama Kali, Pemuda Asal Celuk Ikuti Lomba Ogoh-ogoh Mini Mesin pada TEKAD Festival
10 Feb 2026